Pola Asuh Moderen melalui Organic Parenting

Throwback roadshow bersama Puregrow dengan tema Organic parenting sebelum pandemi. Adakah para Bunda dan Ayah yang pernah mendengar tentang organic parenting?
Menjadi orangtua merupakan tahapan alamiah dalam kehidupan. Beberapa dari kita menjadi orang tua dengan meniru atau menuruni dari cara orangtua kita sebelumnya. Namun berbeda dalam hal pengetahuan dalam mendidik anak dan bagaimana mengapilkasikannya di dalam kehidupan berkeluarga, atau disebut parenting (Defrain, Olson, dan Skogrand, 2011).Organic parenting sendiri dapat kita artikan dengan pengasuhan alami yang tertuju pada periode emas perkembangan anak.
Apa sih periode emas perkembangan anak itu? Tentunya yang ini bukan hal yang asing bagi para Bunda dan Ayah. Periode emas perkembangan seorang anak dimulai saat dirinya tercipta dalam kandungan Bunda sampai dengan bulan-bulan awal kelahirannya.
Pada periode emas otak anak mengalami perkembangan paling cepat sepanjang sejarah kehidupannya. Menurut Suyadi, Psikologi Belajar Paud (2010: 06) menyatakan bahwa periode emas berlangsung pada saat anak dalam kandungan hingga usia dini, yaitu 0-6 tahun. Kendati demikian the golden ages dimulai masa bayi dalam kandungan (270 hari pertamanya tumbuh dalam rahim Bunda) hingga usia dua tahun ( 730 hari saat setelah kelahirannya) dikenal sebagai masa yang paling menentukan/ 1000 hari pertama kelahiran seorang anak. Pada masa itu otak anak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Montessori dalam Hainstock (1999: 10-11) mengatakan bahwa masa ini merupakan sensitive periods. Anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dan lingkungannya untuk itu dengan stimulasi yang maksimal akan membuat anak tumbuh dengan lebih baik dan menjadi optimal saat ia dewasa nantinya.
Salah satu yang sangat penting dalam organic parenting adalah memberikan stimulasi tumbuh kembang yang menyeluruh bagi anak. Adapun stimulasi perkembangan anak meliputi fisik – motorik, bahasa – kognitif, dan sosio – emosional.
Apa sajakah yabg perlu dikuasai anak pada 730 hari pertama kehidupannya?
a. Secara Fisik dan Motorik
Bayi lahir dengan refleks bawaan dan dorongan untuk mengeksplorasi lingkungan. Gerak-gerak refleks ini kemudian berkembang menjadi kebiasaan-kebiasaan. Saat usianya bertambah maka akan semakin kreatif dan mulai mengeksplorasi berbagai cara untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain seperti berguling, merangkak, berjalan, berlari, melompat dan memanjat. Anak juga dapat menendang bola kecil ke depan, menangkap bola yang digelindingkan dan melempar bola dengan tangan walaupun masih belum terarah. Keseimbangannya menjadi lebih konsisten dari sebelumnya. Adapun kegiatan yang dapat membantu perkembangan keterampilan fisik anak sapai dengan usia 2 tahun :
• Ajak anak berjalan-jalan dan jongkok untuk mengambil benda dari lantai.
• Bantu Ia berlatih melangkah naik, misalnya ke tangga kecil.
• Berikan ruang di ujung ruangan, tempatkan beberapa rintangan di sepanjang jalan yang perlu ia lalui untuk sampai ke mainannya.
• Biarkan si kecil berlatih naik ke tempat tidur atau sofa dengan pengawasan.
• Latih anak berjalan ataupun berlari di permukaan yang berbeda seperti lantai, rumput, ataupun pasir.
• Mainkan permainan kejar-kejaran dan jika tertangkap katakan padanya bahwa kita berhasil mnangkapnya agar ia mengeti maksud dari permainan tersebut.
• Mengajaknya menirukan gerakan binatang yang berbeda misalnya melompat seperti kelinci atau merangkak seperti beruang.
• Ajarkan Ia bagaimana melempar bola perlahan sehingga sedikit memantul
• Bermain gelambung sabun dan ajak anak untuk melompat dan menangkap gelembung-gelembungnya.

b. Bahasa-kognitif
Kemampuan kognitif dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengerti sesuatu. Perkembangan kognitif mengacu kepada kemampuan yang dimiliki anak untuk memahami sesuatu. Menurut teori tentang tahapan perkembangan kognitif (cognitive theory) Jean Piaget. anak-anak memiliki cara berpikir berbeda dari orang dewasa. Piaget membagi tahapan perkembangan kognitif anak usia dini dalam empat tahap. Saya akan menunjukannya untuk tahapan usia 0 sampai 2 tahun yaitu dinamakan Tahap sensorimotor (0-24 bulan)
• Tahap perkembangan kognitif awal ini, anak belum mampu mempertimbangkan kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain, sehingga ia dianggap “egosentris”.
• Usia 18 bulan, anak mulai mampu menciptakan simbol-simbol dalam suatu benda serta fungsi beberapa benda yang familiar baginya. Anak mulai mampu melihat hubungan antarperistiwa dan mengenali mana orang asing dan mana orang terdekatnya.
• Ia juga belum mampu mempertimbangkan apa saja keinginan, kepentingan, dan kebutuhan orang lain.
• Memperhatikan sesuatu dengan waktu lama.
• Memperhatikan benda dan ingin merubah letaknya.
• Mengenali dirinya
• Mengartikan sesuatu dengan cara memanipulasinya.
• Mencari setiap rangsangan terutama melalui suara dan sinar lampu.

c. Sosio Emosional
Ini merupakan kondisi emosi dan kemampuan anak merespon lingkungannya. Anak memperlihatkan rasa aman dalam keluarganya apabila kebutuhannya terpenuhi oleh lingkungan untuk membangun dasar kepercayaan tersebut maka pemenuhan kebutuhan anak perlu dilakukan secara konsisten. Pada tahun pertama kehidupan anak mulai mengembangkan kemampuan motorik panca indra, visual, dan auditori yang disimulasikan melalui lingkungan sekitarnya. perkembangan sosial merupakan perkembangan tingkah laku pada anak mana anak-anak diminta untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat.
Disamping stimulasi untuk tumbuh kembang anak, organic parenting mengajarkan orang tua untuk menjadi role model yang baik bagi anak untuk hidup sehat alami dan dekat dengan alam. Perlu pula bagi orang tua mengapresiasi kebutuhan anak, konsisten dalam pengasuhan serta membuat aturan bersama yang diikuti seluruh anggota keluarga untuk melatih disiplin sejak dini.
(Surabaya 13 06 2020; dari berbagai sumber)