▶️ Self-Injury
.
Self-injury adalah perilaku menyakiti dan melukai diri sendiri biasanya dilakukan secara sengaja. Dalam DSM V Nonsuicidal self-injury (NSSI) mengacu pada tindakan terencana dan terarah yang mengarah pada kerusakan langsung jaringan tubuh (Kerr, Muehlenkamp, & Turner, 2010) Ini merupakan salah satu bentuk dari gangguan perilaku. Adapun bentuk dari Self-injury yaitu dengan melukai tubuh melalui media benda tajam atau benda tumpul, seperti menyayat, membakar kulit, memukul tembok, membenturkan kepala, memukuli diri sendiri, mencabuti rambut, menelan cairan deterjen atau obat atau disinfectant, dll. Berbagai alasan sesorang melakukan Self-injury, biasa orang melakukannya karena adanya stres, cemas, benci pada diri sendiri, sedih, kesepian, putus asa atau rasa bersalah. Namun juga bisa sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu. Pelaku biasanya merasa permasalahan yang dihadapinya tidak bisa ditanganinya lagi, contohnya korban bully, tertekan dari tuntutan dari orang tua atau lingkungannya. Trauma psikologis, Gangguan mental seperti gangguan mood, depresi, gangguan makan, gangguan stres pascatrauma (PTSD), gangguan penyesuaian, atau gangguan kepribadian ambang.

Gejala Self-Injury Nonsuicidal
Menurut DSM-5, kriteria diagnostik NSSI adalah sebagai berikut (American Psychiatric Association, 2013):
Selama setahun terakhir, setidaknya selama 5 hari melukai diri, dengan antisipasi bahwa cedera tersebut akan mengakibatkan cedera tubuh. Tidak ada niat bunuh diri. Tindakan ini tidak dapat diterima secara sosial. Tindakan atau konsekuensinya dapat menyebabkan tekanan signifikan pada kehidupan sehari-hari individu. Tindakan ini tidak terjadi selama episode psikotik, delirium, keracunan zat, atau penarikan zat. Ini juga tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis lain. Mereka sanggup melukai diri karena juga adanya emosi negatif dalam dirinya. Biasanya sebelum melukai diri pelaku akan sibuk dengan tindakan yang direncanakan, orang yang memiliki tendensi untuk menyakiti diri sendiri sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas. Self-injury biasanya dilakukan pada saat mereka sendirian, dan tidak berada di tempat umum. Biasanya mereka akan memiliki sejumlah luka di tubuhnya, terdapat gejala depresi, seperti suasana hati yang buruk, sering merasa sedih, menangis, dan tidak memiliki motivasi dalam hidup, sulit bersosialisasi, tidak percaya diri.
Penanganan Self-Injury
Perawatan medis (pelaku self-injury yang mengalami luka atau masalah kesehatan lain, perlu segera mendapat pertolongan medis), Terapi dan konseling untuk mencari tahu penyebab tindakan self-injury, sekaligus menemukan cara terbaik untuk mencegah pasien melakukan tindakan ini lagi. Biasanya mereka akan disarankan untuk tidak menyendiri, menjauhkan dari mereka benda-benda tajam, zat kimia, atau obat-obatan yang bisa digunakan untuk melukai diri sendiri, mengajak mereka berkegiatan positif, misalnya klub olahraga atau memasak, mendalami hobi untuk membantu mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih tepat dan produktif, menghindari konsumsi minuman keras dan narkoba, mengalihkan perhatian ketika ada keingin
an untuk melakukan self-injury.
(Surabaya 14.06.2020; dari berbagai sumber)