Sebuah Fakta LEVEL Konflik Pernikahan
Konflik dalam pernikahan PASTI ada, namun tahukah Anda dengan pasti pada level berapakah tengah terjadi saat ini ? Dan seperti apakah fakta yang harus dihadapi ?

✔ Level-1
Mulai terdapat perasaan tidak nyaman disebabkan perbedaan karakter dan kepribadian yang menimbulkan friksi.
Pada umumnya ketidaknyamanan tersebut diabaikan daripada harus menghadapi keributan dengan pasangan-nya (belum konflik terbuka).
Kemungkinan yang terjadi adalah memilih mendiamkan saja atau mulai di komunikasikan dengan pasangan secara terbatas. Proses menahan ego kecil mulai terjadi pada level ini

✔ Level-2
Mulai mengekspresikan ketidaknyamanan dalam bentuk sindiran, bahasa isyarat, bahasa tubuh yg menunjukan ketidaknyamanan tersebut kepada pasangan.
Perasaan terluka dan sakit hati mulai dirasakan karena banyaknya kejadian terutama sejak pada level 1.
Proses saling menuntut & menyalahkan mulai terbuka, termasuk enggan mengkomunikasikan perasaan nya.
Pada level ini konflik terbuka skala kecil terjadi dan hanya melibatkan dengan pasangan saja, tidak banyak terekspose kepada pihak lain.

✔ Level-3
Konflik terbuka terjadi…baik di depan anak bahkan di depan orang lain. Komunikasi mulai menghadapi jalan buntu karena semakin tertutup oleh ego, dan fakta nya membuka “celah” kepada hal lain seperti mulai curhat kepada pihak ke-3 yang dapat menjadi cikal bakal perselingkuhan atau “lebih mengutamakan” pekerjaan, bisnis atau bahkan kegiatan sosial yang kesemua nya itu sebenarnya adalah “mode pengalihan / penghindaran” terhadap permasalahan sesungguhnya yang dihadapi dengan pasangannya.
Pasangan ini menyadari bahwa sesungguhnya hal ini adalah suatu masalah yang serius namun karena ego yang lebih dominan maka akan merasa diri sebagai korban, merasa sudah tidak ada harapan untuk suatu perubahan bahkan pada akhir nya tidak sedikit yang bersikap apatis

✔ Level-4
Perasaan EGO masing-masing makin mendominasi hampir 100%…mulai terpikir untuk berpisah dan terlontar pada setiap konflik dengan pasangan nya bahkan di depan anak dan orang lain. Secara fisik sudah terjadi pisah kamar atau bahkan pisah rumah.
Surat gugatan cerai tengah diproses di pengadilan.
Pernikahan diambang kehancuran, terjadi sakit secara fisik dan mental, depresi, stress tinggi dan lain sebagainya.

Fakta psikolog bahwa….pada level 3 tidak semua pasangan menyadari “bahaya yang mengancam” karena mereka “dibutakan” dengan ego-nya yang sudah mendominasi 75% pikiran maupun hati nya.
Bahkan pasangan “baru” menyadari “bahaya” dan butuh pertolongan pihak penengah/netral (konselor psikolog profesional) pada level 4, selain tentunya dengan kuasa doa dengan iman.
Sangat disayangkan bahwa “keterlambatan” ini dampaknya sangat signifikan terhadap proses recovery-nya.
Seyogya nya ketika memasuki level-2 sudah seharusnya segera tertangani dan bukan hal tabu untuk mencari pertolongan pihak psikolog menimbang bahwa “harga” sebuah hubungan pernikahan adalah sangat penting&tak ternilai karena menyangkut banyak aspek kehidupan. Ini adalah sebuah FAKTA nyata dalam kehidupan marital conflict.

So…please check your level of conflict immediately and save your family, save your childrens, save your life and future.