▶️ CINTA tak menciptakan PERNIKAHAN.

Apakah Anda setuju/tidak setuju ?
Kemudian bagaimana arti cinta dalam proses pacaran?
Pacaran adalah suatu proses saling mengenal karena itulah tidak semua proses pacaran akan berakhir dalam suatu pernikahan.
Seringkali proses pacaran yang sekian lama toh akhirnya berpisah dan meninggalkan rasa stres & frustasi.

Sesungguh nya Pernikahan lah yang menciptakan CINTA.
Pernikahan yang seperti bagaimana yang benar-benar menciptakan cinta?
Cinta dalam pernikahan adalah suatu tindakan nyata (konkrit), pengorbanan dan pengabdian pada pasangan.
Cinta dalam pernikahan adalah tindakan yang terencana secara sadar&serius dalam menjalani masa depan bersama sebagai suatu pasangan atas berbagai aspek kehidupan. Tanpa perencanaan kedua belah pihak yang serius maka pernikahan itu akan berjalan tidak sebagaimana mestinya.
Pernikahan adalah bukti saling menerima dan memiliki, saling mengisi dan saling membantu serta saling melengkapi kekurangan pasangan….that is called CINTA.

Pernikahan adalah titik awal dua insan membangun cinta sehingga dapat dikatakan bahwa “Cinta tak menciptakan pernikahan, namun Pernikahan yang menciptakan Cinta.”

Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus di upayakan. Pernikahan adalah lahan kosong yg harus kita garap bersama-sama. Tidak cukup hanya dengan memilih&menikah dengan org yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.
Meski kita telah menikah dengan org yang benar(tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.
Kalau Tuhan sudah mengijinkan pernikahan terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggungjawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan.

Membangun cinta itu sulit perlu waktu seumur hidup, kalau jatuh cinta itu mudah karena dalam keadaan menyukai, buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita
Formulasi membangun cinta :
1. Takut akan Tuhan
2. Kasih sayang
3. Kesetiaan
4. Komunikasi dialogis
5. Keterbukaan
6. Kejujuran
7. Kesabaran.
Berbuatlah sesuai dgn apa yg telah engkau janjikan di hadapan Tuhan dan Imam, untuk setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan (untung dan malang).

Visit our Instagram @ertamentari.psikolog to more story & articles.