Rata-rata wanita berselingkuh karena dipicu ketidak bahagiaan pernikahan dan BUKAN karena nafsu.
Bila pria cenderung mencari hubungan fisik sebagai alasan perselingkuhan sedangkan wanita bermotif kebahagiaan hubungan yang rendah dalam perkawinannya.

Akibat dari perselingkuhan wanita akan LEBIH dramatis, pasangan selingkuh wanita bisa memperlakukan sangat baik dan wanita tersebut mulai menyadari apa yang hilang dalam pernikahannya. Dalam kasus ini mungkin dia tidak menyesali perselingkuhannya.
Pada umumnya wanita lebih terbuka mengenai perasaannya dibanding pria, namun bila sang wanita HANYA memberitahukan apa yang perlu diketahui oleh pasangan prianya dan BUKAN TENTANG APA YANG WANITA RASAKAN. Bila demikian mungkin sang wanita telah menemukan pria lain untuk MENDENGAR berbagai permasalahan tersebut, inilah awal dari perselingkuhan secara emosional dengan orang lain.
Seorang wanita akan mengawali perselingkuhan secara emosional dahulu sebelum ke tahap berikutnya secara fisik.
Bila nyata terjadi perselingkuhan ini maka akan banyak perubahan pada diri si wanita baik dalam bentuk secara fisik maupun secara emosional dengan pasangan prianya karena telah ada “yang lain dan baru.”
Motif perselingkuhan ini lebih didasarkan pada faktor emosional terhadap pasangan pria nya oleh karena beberapa hal mendasar yang terdapat ketidaksesuaian dalam menjalani pernikahan nya.
Pihak pria hendak nya lebih peka dalam “memahami” sang wanita untuk menghindarkan hal ini terjadi sebelum muncul nya orang lain yang hadir menggantikan secara emosional peran sang pria sebagaima
na harusnya.